ILMU BARU adalah ilmu yang belum diketahui orang banyak karena ilmu baru hanya diketahui oleh si penemu saja dan belum di populerkan karena harus ada kesepakatan dulu dari yang berwenang.
SEJARAH
Ilmu ini dikatakan Ilmu KELIRUMOLOGI dimana penemunya adalah Jaya Suprana, pengusaha jamu asal Kota Semarang yang juga pendiri Museum Rekor Indonesia. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku tersebut mengajak pembaca agar lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah. Jadi, kelirumologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kekeliruan menyebutkan suatu kata atau kalimat yang sudah dianggap benar di tengah masyarakat.
Karena gagasannya, tokoh dengan segudang julukan ini (antara lain: pianis, kartunis, seminaris, humorolog, jamulog, kelirumolog), Jaya Suprana dikenal sebagai Bapak Kelirumologi.
Dulu, secara berkala, Jaya Suprana juga menuliskan artikel-artikel tentang kelirumologi di majalah bulanan Indonesia Intisari, setiap artikel membahas sebuah istilah yang salah kaprah..
ASAL KATA
Jika diurai, 'kelirumologi' berasal dari kata 'keliru' yang artinya 'salah', dan 'logi (logos)' yang artinya 'ilmu'. Dua kata tersebut jika hendak digabungkan, maka seharusnya berbunyi kelirulogi, bukan 'kelirumologi'. Akan tetapi Jaya Suprana sengaja menggunakan kata yang 'salah' tersebut untuk sekadar menjelaskan, bahwa istilah baru yang diciptakannya memang untuk mengajak kita semua menjadi peka terhadap kesalahkaprahan.
KELIRUMOLOGI DALAM PEMASARAN
Beberapa pihak sangat diuntungkan oleh kelirumologi. Terutama produk-produk yang popularitasnya meningkat setelah kekeliruan ini terjadi dan masyarakat menjadikannya sebagai identitas suatu produk atau jasa dibanding mengingatnya sebagai merk. Misalnya produk Aqua atau Pentium.
Secara positif, kelirumologi penyebutan merk adalah keberhasilan upaya marketing yang salah satu tujuannya memengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesenangan suatu produk.
CONTOH KEKELIRUAN
Beberapa contoh di bawah ini adalah sebagian dari kesalah pahaman penggunaan kata atau kalimat, dan penyebutan tidak semestinya yang kerap kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bertambahnya temuan-temuan masih menjadi kemungkinan.
- Air minum, biasanya orang bilang Air putih padahal Air itu tidak putih malahan warnanya bening.
- Strees, pada umumnya, orang sering mengatakan bahwa pengidap gangguan mental berat (gila) dengan istilah orang stress. Pada kenyataannya, setiap orang yang terkena tekanan mental adalah stress.
SEJARAH
Ilmu ini dikatakan Ilmu KELIRUMOLOGI dimana penemunya adalah Jaya Suprana, pengusaha jamu asal Kota Semarang yang juga pendiri Museum Rekor Indonesia. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku tersebut mengajak pembaca agar lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah. Jadi, kelirumologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kekeliruan menyebutkan suatu kata atau kalimat yang sudah dianggap benar di tengah masyarakat.
Karena gagasannya, tokoh dengan segudang julukan ini (antara lain: pianis, kartunis, seminaris, humorolog, jamulog, kelirumolog), Jaya Suprana dikenal sebagai Bapak Kelirumologi.
Dulu, secara berkala, Jaya Suprana juga menuliskan artikel-artikel tentang kelirumologi di majalah bulanan Indonesia Intisari, setiap artikel membahas sebuah istilah yang salah kaprah..
ASAL KATA
Jika diurai, 'kelirumologi' berasal dari kata 'keliru' yang artinya 'salah', dan 'logi (logos)' yang artinya 'ilmu'. Dua kata tersebut jika hendak digabungkan, maka seharusnya berbunyi kelirulogi, bukan 'kelirumologi'. Akan tetapi Jaya Suprana sengaja menggunakan kata yang 'salah' tersebut untuk sekadar menjelaskan, bahwa istilah baru yang diciptakannya memang untuk mengajak kita semua menjadi peka terhadap kesalahkaprahan.
KELIRUMOLOGI DALAM PEMASARAN
Beberapa pihak sangat diuntungkan oleh kelirumologi. Terutama produk-produk yang popularitasnya meningkat setelah kekeliruan ini terjadi dan masyarakat menjadikannya sebagai identitas suatu produk atau jasa dibanding mengingatnya sebagai merk. Misalnya produk Aqua atau Pentium.
Secara positif, kelirumologi penyebutan merk adalah keberhasilan upaya marketing yang salah satu tujuannya memengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesenangan suatu produk.
CONTOH KEKELIRUAN
Beberapa contoh di bawah ini adalah sebagian dari kesalah pahaman penggunaan kata atau kalimat, dan penyebutan tidak semestinya yang kerap kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bertambahnya temuan-temuan masih menjadi kemungkinan.
- Air minum, biasanya orang bilang Air putih padahal Air itu tidak putih malahan warnanya bening.
- Strees, pada umumnya, orang sering mengatakan bahwa pengidap gangguan mental berat (gila) dengan istilah orang stress. Pada kenyataannya, setiap orang yang terkena tekanan mental adalah stress.



